Bila tak betah, tak ada yang melarangmu pergi. Jika engkau rindu, tak ada salahnya datang kembali.

Arsip

Kopi Pagi

Kopi pagi merupakan rubrik yang memuat tulisan-tulisan ringan, terkadang jenaka, jangan dianggap serius, tapi diharapkan mampu memberikan kesegaran yang menyentuh hati dan pikiran pembaca.

Kesetiaan Mas Gondhes

Kopi Pagi
Oleh :
Secangkir kopi pagi hari

Kondisi kesehatan seseorang, bisa dilihat dari seberapa nampak kebahagiaan pada ekspresi wajahnya. Kalau dominasi murung dan masam lebih intens dalam pembawaan sehari-hari, bisa jadi hal tersebut mewakili kondisi seseorang yang mungkin sedang tidak sehat secara fisik, bisa jadi frustasi, atau mungkin putus asa. Tentu sebaliknya jika yang mendominasi ekspresi wajah adalah senyum dan tawa. Tetapi, apa jadinya jika pelampiasan senyum dan tawa dilakukan secara berlebihan—bahkan tidak pada tempatnya. Baca Selengkapnya

Rumah Sebel(ah)

Kopi Pagi
Oleh :
Secangkir kopi pagi hari

Alangkah indahnya jika bertetangga dengan orang-orang yang memiliki kepekaan dan selera bergaul yang baik; saling menghargai, saling menghormati, saling membantu, saling menjaga nama baik, dan menyelamatkan satu sama lain. Di metropolitan, macam-macam orang duduk dan tinggal. Orang-orang dari berbagai macam suku ada di sini. Orang-orang yang tinggal di kawasan elite, biasanya memiliki kecenderungan individualis dalam lingkungannya. Kalau tinggal di perumahan biasa atau pemukiman padat penduduk, orang-orangnya cenderung akrab dan saling mengenal satu sama lain. Tapi mungkin itu tidak sepenuhnya benar, dan juga tidak sepenuhnya salah. Baca Selengkapnya

Pengikut, Mengikuti, Hingga Ikut-ikutan

Kopi Pagi
Oleh :
Secangkir kopi pagi hari

Orang-orang hari ini semakin melek teknologi. Smartphone dan internet bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dimiliki untuk kalangan menengah ke atas. Anak-anak hari ini juga sudah canggih; tak perlu banyak waktu untuk bisa beradaptasi dengan gadget, media sosial, browsing, searching, dan segala aktivitas dunia digital.

“Dahulu di masa kecil ketika sedang berkumpul dengan teman-teman, tidak ada obrolan atau tawa yang terganggu gara-gara smartphone,” ucap Jembling yang sedang ngopi bersama Gundu temannya, di beranda rumah.

Sore biasanya menjadi waktu favorit bagi Jembling dan teman-temannya untuk berkumpul. Beranda rumah Jembling yang biasa dipilih. Alasannya sederhana: nyaman dan aman. Aman karena tidak perlu khawatir jika ingin kopi, mie instan atau lauk pauk jika sedang beruntung. Baca Selengkapnya

Secangkir Protes

Kopi Pagi
Oleh :
Secangkir kopi pagi hari

Tidak ada hari yang paling ditunggu-tunggu kalau bukan akhir pekan. Kalau bukan akhir pekan, tidak mungkin orang-orang bisa kompak untuk jogging atau duduk santai di beranda—menyeruput hanya secangkir kopi pagi untuk dua jam lebih.

Kalau si Jembling, rasanya tidak mengherankan jika dia bisa duduk santai di beranda menikmati kopi pagi, duduk jigang sambil membaca koran. Karena Jembling tidak pernah terikat kontrak dengan perusahaan, dia bukan pegawai negara apalagi pejabat, tidak terikat pemenuhan kewajiban kerja alias pengangguran.

Kalaupun dia membaca koran, dia hanya tertarik pada berita-berita ringan. Kedua matanya tidak pernah melirik kepo pada kolom lowongan perkerjaan.

Baca Selengkapnya

Kopi Pagi

Informasi/Kopi Pagi
Oleh :
Secangkir kopi pagi hari

Sebut saja kopi ini, kopi pagi. Saya hidangkan kepada siapapun Anda yang sudi untuk mampir, meski tidak saya janjikan tersedia setiap pagi. Kopi pagi merupakan rubrik yang memuat tulisan-tulisan ringan, terkadang jenaka, jangan dianggap serius, tapi diharapkan mampu memberikan kesegaran yang menyentuh hati dan pikiran pembaca. Baca Selengkapnya

Kembali ke Atas